Apakah Anda pernah mendapati air yang keluar dari keran tampak sedikit keruh atau kecokelatan setelah alirannya sempat terhenti atau mati selama beberapa jam? Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi dalam sistem perpipaan.
Berikut adalah penjelasannya mengenai penyebab terjadinya air keruh serta langkah mudah yang dapat Anda lakukan.
Endapan di Dalam Pipa
Selama penggunaan normal, material alami seperti endapan pasir (sand) atau karat halus (rust) secara perlahan terakumulasi di bagian dasar pipa. Saat air mati, endapan ini mengendap di pipa.
Perubahan Tekanan Air
Ketika aliran air dialirkan kembali setelah mati, terjadi perubahan tekanan udara dan air di dalam jaringan pipa yang memicu guncangan.
Kecepatan Aliran Meningkat
Aliran air yang masuk kembali dengan kecepatan tinggi akan mengaduk dan mengikis endapan yang ada di dinding pipa, sehingga terbawa ke aliran air keran rumah Anda.
Kondisi dan Usia Pipa
Pipa yang sudah lama atau korosif (corroded) lebih mudah melepaskan partikel karat dibanding pipa baru, sehingga mempengaruhi kejernihan air saat awal pengaliran kembali.
Jika air di rumah Anda keluar dalam kondisi keruh setelah aliran dinyalakan kembali, ikuti langkah-langkah berikut:
Buka Kran Air
Alirkan air selama beberapa menit hingga air kembali jernih. Jangan langsung menggunakannya untuk memasak atau mencuci pakaian putih.
Bersihkan Saringan (Filter)
Lepas dan bersihkan saringan pada ujung keran dari sisa kotoran atau partikel endapan yang tersangkut.
Lakukan Perawatan Instalasi
Periksa dan lakukan perawatan berkala pada pipa instalasi di dalam rumah untuk mencegah penumpukan kotoran jangka panjang.
Laporkan Kepada PAM-WM (Perumdam Waemami)
Jika air tetap keruh dalam kurun waktu yang cukup lama, segera hubungi tim layanan pelanggan kami untuk penanganan lebih lanjut.